Kamis, 26 November 2015


AkAdemi Kebidanan Agatha bahasa Inngris


Sistem Peredaran Darah Manusia

Macam-macam Pembuluh Darah
Pembuluh darah terbagi menjadi :
A. Pembuluh darah arteri
  1. Tempat mengalir darah yang dipompa dari bilik
  2. Merupakan pembuluh yang liat dan elastis
  3. Tekanan pembuluh lebih kuat dari pada pembuluh balik
  4. Memiliki sebuah katup (valvula semilunaris) yang berada tepat di luar jantung
  5. Terdiri atas :
    1 Aorta yaitu pembuluh dari bilik kiri menuju ke seluruh tubuh
    2 Arteriol yaitu percabangan arteri
    3 Kapiler :
    a. Diameter lebih kecil dibandingkan arteri dan vena
    b. Dindingnya terdiri atas sebuah lapisan tunggal endothelium dan sebuah membran basal
  6. Dindingnya terdiri atas 3 lapis yaitu :                                                                                                  1 Lapisan bagian dalam yang terdiri atas Endothelium
    2 Lapisan tengah terdiri atas otot polos dengan Serat elastis
    3 Lapisan terluar yang terdiri atas jaringan ikat Serat elastis
B. Pembuluh Balik (Vena)
  1. Terletak di dekat permukaan kulit sehingga mudah di kenali
  2. Dinding pembuluh lebih tipis dan tidak elastis.
  3. Tekanan pembuluh lebih lemah di bandingkan pembuluh nadi
  4. Terdapat katup yang berbentuk seperti bulan sabit (valvula semi lunaris) dan menjaga agar darah tak berbalik arah.
  5. Terdiri dari :
    1. Vena cava superior yang bertugas membawa darah dari bagian atas tubuh menuju serambi kanan jantung.
    2. Vena cava inferior yang bertugas membawa darah dari bagian bawah tubuh ke serambi kanan jantung.
    3. Vena cava pulmonalis yang bertugas membawa darah dari paru-paru ke serambi kiri jantung.

Macam Peredaran Darah
Peredaran darah manusia merupakan peredaran darah tertutup karena darah yang dialirkan dari dan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah dan darah mengalir melewati jantung sebanyak dua kali sehingga disebut sebagai peredaran darah ganda  yang terdiri dari :
1. Peredaran darah panjang/besar/sistemik
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah yang kaya oksigen dari bilik (ventrikel) kiri jantung lalu diedarkan ke seluruh jaringan tubuh. Oksigen bertukar dengan karbondioksida di jaringan tubuh. Lalu darah yang kaya karbondioksida dibawa melalui vena menuju serambi kanan (atrium) jantung.
2. Peredaran darah pendek/kecil/pulmonal
Adalah peredaran darah yang mengalirkan darah dari jantung ke paru-paru dan kembali ke jantung. Darah yang kaya karbondioksida dari bilik kanan dialirkan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, di alveolus paru-paru darah tersebut bertukar dengan darah yang kaya akan oksigen yang selanjutnya akan dialirkan ke serambi kiri jantung melalui vena pulmonalis.
Proses peredaran darah dipengaruhi juga oleh kecepatan darah, luas penampang pembuluh darah, tekanan darah dan kerja otot yang terdapat pada jantung dan pembuluh darah.
Pada kapiler terdapat spingter prakapiler mengatur aliran darah ke kapiler :
  1. Bila spingter prakapiler berelaksasi maka kapiler-kapiler yang bercabang dari pembuluh darah utama membuka dan darah mengalir ke kapiler.
  2. Bila spingter prakapiler berkontraksi, kapiler akan tertutup dan aliran darah yang melalui kapiler tersebut akan berkurang.

Pada vena bila otot berkontraksi maka vena akan terperas dan kelepak yang terdapat pada jaringan akan bertindak sebagai katup satu arah yang menjaga agar darah mengalir hanya menuju ke jantung.

Kelainan Pada Sistem Peredaran Darah
Kelainan atau penyakit pada sistem peredaran darah antara lain:
1.      Arteriosklerosis yaitu pengerasan pembuluh nadi karena endapan lemak berbentuk plak (kerak) yaitu jaringan ikat berserat dan sel-sel otot polos yang di infiltrasi oleh lipid (lemak)
2.      Anemia yaitu rendahnya kadar hemoglobin dalam darah atau berkurangnya jumlah eritrosit dalam darah
3.      Varises yaitu pelebaran pembuluh darah di betis
4.      Hemeroid (ambeien) pelebaran pembuluh darah di sekitar dubur
  1. Ambolus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang bergerak.
  2. Trombus yaitu tersumbatnya pembuluh darah karena benda yang tidak bergerak .
  3. Hemofili yaitu kelainan darah yang menyebabkan darah sukar membeku (diturunkan secara hereditas)
  4. Leukemia (kanker darah ) yaitu peningkatan jumlah eritrosit secara tidak terkendali.
  5. Erithroblastosis fetalis yaitu rusaknya eritrosit bayi/janin akibat aglutinasi dari antibodi yang berasal dari ibu.
  6. Thalasemia yaitu anemia yang diakibatkan oleh rusaknya gen pembentuk hemoglobin yang bersifat menurun.
  7. Hipertensi yaitu tekanan darah tinggi akibat arteriosklerosis


Kamis, 19 November 2015


PEMASANGAN IMPLAN 2 BATANG
          Persiapan
          Peralatan
        Meja periksa
        Penyangga lengan /meja samping
        Sabun untuk mencuci tangan
        Spidol untuk membuat pola
        Implan dalam kemasan
        Lar. Antiseptik
        Anestesi lokal
        Kain penutup steril
        3 mangkuk steril atau DTT
        Handscun 1 pasang
        Spuit
        Skalpel no 11
        Kasa & plester
         Langkah klinik
  •           Persiapan

1.    Pastikan klien sdh mencuci seluruh lengan dgn sabun & air serta membilasnya
2.    Bantu klien berbaring di meja periksa. Posisi memudahkan pemasangan dan nyaman tuk klien
3.  Letakkan kain bersih & kering dibwh lengan klien
                  4. Tentukan tempat pemasangan yg optimal,   8 cm diatas lipatan siku, gunakan pola
                  5. Siapkan t4 alat2, buka bungkus steril/DTT tanpa menyentuh alat
                  6. Buka hati2 kemasan steril batang implant-jatuhkan batang implant ke dlm mangkuk                            steril atau baki t4 alat2.
          Tindakan Pra Pemasangan
  1. Cuci tangan dgn sabun keringkan
  2. Pakai hanskun (jgn ada Talk, jika ada bersihkan dengan kasa yang direndam dgn air steril)
  3. Atur alat & bahan shg mudah dicapai, implan sdh dlm mangkuk
  4. Usap t4 insisi dgn lar antiseptik 2 x dgn gerakan melingkar kearah luar
  1. Kenakan penutup(doek berlubang)
  2. Pastikan klien tidak alergi obat anestesi.isi spuit dgn 2 ml(1%tanpa efinerin)
  3. Mskkan jarum tepat dibwh t4 insisi,  mskkan (±2strip)sampai membentuk gelembung kecil
          Tanpa memindahkan jarum, mskkan ke bwh kulit(epidermis) sekitar 5 cm diantara ke 2 batang yg akan dipasang-kulit dermis terangkat dari jaringan lunak dibwhnya
          Lakukan aspirasi tuk pastikan jarum tidak masuk ke pembuluh darah
          Tarik jarum perlahan-lahan, sehingga membentuk jalur sbl menyuntikkan obat anestesi sebyk 2 ml diantar t4 untuk pemasangan implant
          Letakkan alat suntik di t4 yg aman
          Lakukan masage agar anestesi merata
          Tuk mencegah toksisitas, dosis tidak boleh lebih dari 10 ml dari 1% anestesi

          Pegang skalpel dgn sudut 45°-buat insisi kecil (2mm) utk menembus kulit JGN TERLALU PANJANG & DALAM
          Jika trokar masih baru dapat ditusukkan langsung
  Langkah 2
   Pegang trokar dengan ujung runcing kebgn atas
          Tanda 1:bts trokar dimskkan dibwh kulit
          Tanda 2:bts trokar tuk imlan 6 batang
          Tanda 3:bts trokar yg hrs ttp dibwh kulit
Langkah 3
          Masukkan trokar & inserter ke dlm luka   insisi dgn bgn runcing menghadap atas
          Tusuk sampai batas ujung tajam seluruhnya dibawah kulit
          Jgn mskkan dgn paksa
 Langkah 4
          Masukkan trokar ke arah tanda 1
          Trokar harus cukup dangkal & teraba dari luar
          Trokar harus selalu terlihat mengangkat kulit selama pemasangan
     Langkah 5
    Saat trokar msk ke tanda 1 tarik inserter
        Langkah 6
          Masukkan batang implan I ke dlm trokar, gunakan ibu & telunjuk or klem tuk mengambil 7 memasukkan batang kedlm trokar. Letakkan 1 tangan dibwh trokar tuk menangkap batang implant apabila terjatuh
 Langkah 7
          Gunakan inserter untuk mendorong batang implant sampai ada tahanan
      Langkah 8
          Pegang inserter dgn erat dit4 nya dgn 1 tangan tuk mempertahankan
          Tarik trokar dgn ibu jari & telunjuk kearah luka sampai tanda 3 muncul ditepi luka insisi & pangkalnya menyentug pegangan inserter
          Langkah 9
          Saat pangkal trokar menyentuh pegangan trokar, tanda 3 hrs terlihat di tepi luka insisi & batang implan saat itu keluar dari trokar tepat dibawah kulit.
     Langkah 10
          Tanpa mengeluarkan seluruh trokar, putar ujung trokar ke arah samping & kembalikan lg ke posisi semula utk memastikan batang implat I bebas
          “JANGAN MENGELUARKAN SELURUH TROKAR DARI LUKA INSISI SEBELUM PEMASANGAN BENAR-BENAR SELESAI”
   Langkah 11
Geser trokar ±15’ mengikuti pola “V” pd lengan, pertahankan posisi batang pertama dgn jari & masukkan kembali pelan2 sepanjang sisi jari telunjuk tsb sampai tanda 1.
Bila tanda 1 sdh tercapai, mskkan batang implant berikutnya ke dlm trokar & lakukan sperti sebelumnya.
 Langkah 12
                Raba ujung batang yang didekat bahu untuk memastikan batang implant terpasang dengan                   benar
Langkah  13
                Pastikan ujung batang impaln yg berada ± 5 mm dari luka insisi
 Langkah 14
Keluarkan trokar pelan2,tekan t4 insisi dgn jari dgn menggunkan kasa selama 1 menit tuk stop perdarahan
Ambil kasa penutup
Bersihkan daerah pemasangan
dgn kasa dgn air steril
atau alkohol
          JAGA LUKA TETAP KERING & BERSIH 48 JAM
          JGN BUKA PEMBALUT SELAMA 48 JAM, TUTUP LUKA SAMPAI LUKA SEMBUH (3-5 HARI)
          JIKA MEMAR, BENGKAK, NYERI---NORMAL

Rabu, 18 November 2015

MENURUT WHO:
Menurut WHO kini banyak wanita yang terkena mastitis terutama wanita yang baru melahirkan dan ibu menyusui, WHO mencatat bahwa dalam sehari ada saja ibu sudah melahirkan dan ibu menyusui terjangkit dengan mastitis pada payudaranya tapi tidak hanyak ibu sudah melahirkan dan ibu nyusui yang terjangkit dengan mastitis wanita muda pun dapat terjangkit dengan mastitis pada payudaranya.

Mastitis adalah sebuah istilah dari dunia kedokteran tapi banyak masyarakat bilang mastitis adalah radang payudara. Kenapa mastitis bisa terjadi pada wanita menyusui dan wanita muda, karena adaya infeksi yang disebabkan oleh kuman atau bakteri yang menginfeksi ke area puting payudara yang memiliki retakan atau luka bekas gigitan sang bayi saat mengasih  ASI atau bekas gigita dari ayah atau pacarnya yang tidak langsung dibersihkan. Penyebab kedua dari terjadi mastitis adalah tersumbatnya asi pada aliran ASI menuju puting payudara sehingga dapat menimbulkan gejala terjadi mastitis Dan berikut ini gejala tentang wanita yang terjangkit mastitis pada area payudaranya.
Gejala Mastitis ( Radang Payudara ) 
  • Payudara memjadi besar atau bengkak 
  • Suhur payudara meningkat dari normal 
  • Timbulnya bercak merah pada area payudara 
  • Payudara merasa sakit jika di pegang 
  • Tubuh menjadi demam atau mengigil 
  • Sering merasa cape atau lelah 
Gejala Mastitis sudah parah seperti berikut :
  • Adanya benjolan pada payudara 
  • Mengeluarkan cairan nanah 
  • Selalu merasakan sakit yang sangat hebat 
  • Daya tahan tubuh menurun 


FASE MENSTRUASI

Ada 3 fase yang dialami setiap wanita selama menstruasi, yaitu :
1. Fase Folikuler ,adalah dimana kdar FSH ( Folicle Stimulating Hormone ) sedikit meningkaat sehingga merangsang tumbuhnya 3 – 30 folikel ovarium ( kantung dinding telur ) yang masing – masing mengandung 1 sel telur.
2. Fase Ovulatior adalah dimana kadar LH ( Luteinizing Hormone ) meningkat dan folikel yang matang akan menonjol ke permukaan ovarium ( dinding telur ) untuk melepaskan sel telur ( ovulasi ). Sel telur biasanya dikeluarkan dalam waktu 16 – 32 jam setelah terjai peningkatan kadar LH. Dalam fase ini biasanya wanita mengalami gangguan nyeri pada perut bagian bawah, rasa itu bisa berlangsung dalam beberapa menit bahkan sampai beberapa jam.
3. Fase Luteal adalah lepasnya sel telur dari indung telur selama 14 hari, dan folikel ovarium ( kantung induk telur ) akan menutup kembali dan membentuk kopus luteum yang menghasilkan hormon progesteron dalam jumlah besar.

Tetapi perlu diketahui setelah 14 haari kropus luteum akan hancur dan selama dalam fase ini seorang wanita juga akan mengalami peningkatan suhu tubuh sampai siklus yang baru akan dimulai, keculai jika terjadi pembuahan. Jika telur dibuahi, korpus luteum akan menghasilkan HCG ( Human Chorionic gonadotropin ) hormon ini akan menjaga kropus luteum yang menghasilkan hormon progesteron sampai janin bisa menghasilkan hormonnya sendri. Fase Luteal biasanya ditandai sebagai fase bagi wanita yang ingin hamil.